Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Wednesday, July 13, 2016

Mengenang Permaianan Masa Kecil yang Bersejarah di Indonesia



Masa kecil adalah salah satu sejarah paling dekat dengan diri kita. Itulah salah satu sejarah pertama dari hidup kita. Nah, dari masa kecil itu, salah satu yang paling diingat adalah permainannya. Permainan itu rata-rata kini telah menjadi sejarah. Bukan hanya karena kita sudah dewasa, tapi juga karna di zaman modern yang serba digital ini permainan semacam itu sudah jarang dijumpai karena tak lagi diminati anak-anak zaman masa kini. Berikut ini “15 Permaianan Masa Kecil yang Bersejerah di Indonesia”.

1.  Petak Umpet

Petak umpet adalah sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal 2 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru. Permainan ini diawali dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi ‘kucing’ atau orang yang diwajibkan mencari anak-anak yang ngumpet. Satu anak akan menjadi ‘kucing’ dan yang lainnya akan menjadi ‘tikus’ yang wajib dicari oleh si ‘kucing’. ‘Kucing’ harus menutup matanya atau menghadap tembok atau pohon dengan menghitung biasanya sampai 10, dan anak-anak yang menjadi ‘tikus’ akan berlari mencari tempat ngumpet masing-masing. Ini bukan hanya bersejarah, tapi penting untuk melatih kecermatan dan kesabaran anak.


2.  Benteng

Benteng adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, masing-masing terdiri dari 4 sampai 8 orang. Masing-masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai ‘benteng’. Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ lawan dengan menyentuh tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata “benteng”. Kemenangan juga bisa diraih dengan ‘menawan’ seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi ‘penawan’ dan yang ‘tertawan’ ditentukan dari waktu terakhir saat si ‘penawan’ atau ‘tertawan’ menyentuh ‘benteng’ mereka masing-masing. Dalam permainan ini, biasanya masing-masing anggota mempunyai tugas seperti ‘penyerang’, ‘mata – mata, ‘pengganggu’, dan penjaga ‘benteng’. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal.


3.  Egrang

Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir maupun pantaiatau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. Jangkungan telah dibuat selama ratusan tahun. Egrang di Indonesia biasa dimainkan ataupun dilombakan saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Egrang dengan versi lain juga dimainkan pada saat upacara sunatan.

4.  Boi-boian
Permainan tradisonal dengan total 5 sampai 10 orang. Model permainannya yaitu menyusun lempengan batu, biasanya diambil dari pecahan genting atau pocelen yang berukuran relatif kecil. Bolanya bervariasi, biasanya terbuat dari buntalan kertas yang dilapisi plastik, empuk dan tidak keras, sehingga tidak melukai. Satu orang sebagai penjaga lempengan, yang lainnya kemudian bergantian melempar tumpukan lempengan itu dengan bola sampai roboh semua. Setelah roboh maka penjaga harus mengambil bola dan melemparkannya ke anggauta lain yang melempar bola sebelumnya. Yang terkena lemparan bola yang gatian menjadi penjaga lempengannya.


5.  Kelereng

Kelereng juga biasa disebut gundu, keneker, kelici, guli. Kelereng adalah bola kecil dibuat dari tanah liat, marmer atau kaca untuk permainan anak-anak. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam. Umumnya setengah inci (1.25 cm) dari ujung ke ujung. Kelereng kadang-kadang dikoleksi, untuk tujuan nostalgia dan warnanya yang estetik. Yang jago main kelereng, besarnya bisa jadi hebat dalam bermain beberapa jenis olahraga seperti golf, bolling, billiard, dll.

6.  Gatrik

Gatrik atau Tak Kadal pada masanya pernah menjadi permainan yang populer di Indonesia. Merupakan permainan kelompok, terdiri dari dua kelompok. Permainan ini menggunakan alat dari dua potongan bambu yang satu menyerupai tongkat berukuran kira kira 30 cm dan lainnya berukuran lebih kecil. Pertama, potongan bambu yang kecil ditaruh di antara dua batu lalu dipukul oleh tongkat bambu, diteruskan dengan memukul bambu kecil tersebut sejauh mungkin, pemukul akan terus memukul hingga beberapa kali sampai suatu kali pukulannya tidak mengena/luput/meleset dari bambu kecil tersebut. Setelah gagal maka orang berikutnya dari kelompok tersebut akan meneruskan. Sampai giliran orang terakhir. Setelah selesai maka kelompok lawan akan memberi hadiah berupa gendongan dengan patokan jarak dari bambu kecil yang terakhir hingga ke batu awal permainan dimulai tadi. Makin jauh, maka makin enak digendong dan kelompok lawan akan makin lelah menggendong.


7.  Lompat Tali

Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya, karena permainan lompat tali ini bisa di temukan hampir di seluh Indonesia, meskipun dengan nama yang berbeda-beda. Permainan lompat tali ini biasanya identik dengan kaum perempuan. tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain.







8.  Ular Naga

Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang, bisa juga lebih, anak-anak umur 5-12 tahun (TK – SD). Anak-anak berbaris bergandeng pegang ‘buntut’, yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. Seorang anak yang lebih besar, atau paling besar, bermain sebagai “induk” dan berada paling depan dalam barisan. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai “gerbang”, dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. “Induk” dan “gerbang” biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara, karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan. Barisan akan bergerak melingkar kian kemari, sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari “gerbang” yang berdiri di tengah-tengah halaman, sambil menyanyikan lagu. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu, Ular Naga akan berjalan melewati “gerbang”. Pada saat terakhir, ketika lagu habis, seorang anak yang berjalan paling belakang akan ‘ditangkap’ oleh “gerbang”.Setelah itu, si “induk”–dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya- akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua “gerbang” perihal anak yang ditangkap. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu, sehingga anak-anak ini saling tertawa. Sampai pada akhirnya, si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan, dan berdasarkan pilihannya, ditempatkan di belakang salah satu “gerbang”.Permainan akan dimulai kembali. Dengan terdengarnya nyanyi, Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang, dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. Perbantahan lagi. Demikian berlangsung terus, hingga “induk” akan kehabisan anak dan permainan selesai. Atau, anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam.


9.  Engklek

Engklek merupakan permainan tradisional lompat-lompatan pada bidang–bidang datar yang digambar di atas tanah, dengan membuat gambar kotak-kotak kemudian melompat dengan satu kaki dari kotak satu ke kotak berikutnya. Engklek biasa dimainkan oleh 2 sampai 5 anak perempuan dan dilakukan di halaman. Namun, sebelum kita memulai permainan ini kita harus mengambar kotak-kotak di pelataran semen, aspal atau tanah, menggambar 5 segi empat dempet vertikal kemudian di sebelah kanan dan kiri diberi lagi sebuah segi empat.


10.  Congklak

Congkak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan. Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak. Umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lobang yang terdiri atas 14 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lobang kecil di sisi pemain dan lobang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain. Pada awal permainan setiap lobang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lobang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Bila biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bila habis di lobang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya. Bila habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lobang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa. Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat dimabil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak.


11.  Pletokan

Pletokan dibuat dari bambu, panjang 30 cm dengan diameter 1-1/2 cm. Bambu dipilih yang kuat dan tua supaya tidak cepat pecah. Bambu dibagi dua. Untuk penyodok, bambu diraut bundar sesuai dengan lingkaran laras dan bagian pangkal dibuat pegangan sekitar 10 cm. Potongan bambu yang lain, ujungnya ditambahkan daun pandan atau daun kelapa yang dililit membentuk kerucut supaya suaranya lebih nyaring. Peluru dibuat dari kertas yang dibasahkan, kembang, atau pentil jambu air. Peluru dimasukkan ke lubang laras sampai padat lalu disodok. Peralatan yang dibutuhkan berupa bambu diameter 1 atau 1,5 cm dan panjang 30-40 cm sebagai laras bedil (bentuk pipa) dan sebagai tolak adalah batangan belahan bambu yang dihaluskan. Sebagai peluru: bunga jambu air, kertas, daun-daunan dan sejenisnya.


12.  Bekel

Permainan bekel umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan tapi permainan ini juga bisa dimainkan oleh anak laki-laki. Bekel merupakan permainan melontarkan bola ke atas dan menangkapnya kembali. Tetapi pada saat bersamaan harus mengambil atau mengubah posisi biji-biji yang ada sesuai peraturan tingkat kesulitan yang dijalankan.










13.  Gasing

Gasing/Gangsing/Panggal adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali.








14.  Layang-layang

Layang-layang, Layangan, atau Wau (di sebagian wilayah Semenanjung Malaya) merupakan lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali ataubenang ke daratan atau pengendali. Layang-layang memanfaatkan kekuatan hembusan anginsebagai alat pengangkatnya. Dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat permainan, layang-layang diketahui juga memiliki fungsi ritual, alat bantu memancing atau menjerat, menjadi alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif


Sumber : http://sejarahri.com/15-permaianan-masa-kecil-yang-bersejerah-di-indonesia/

Tuesday, September 23, 2014

Sebuah pesan dari yg berjalan denganmu

Bangunkan lah jiwamu
Sadarkanlah akalmu
Bahwa engkau akan disatukan dengan alam
Engkau akan kembali kepada alam

Setitik air yang jernih
Sejuta ilmu yg mengarungi langkah jejakku

Wahai umat Muhammad yg mulia
Berbicaralah dgn tenang
Berbuatlah dgn tenang
Berlakulah dgn tenang

Sesungguhnya, ada kedasyatan yg engkau alami
Tetapi engkau belum merasakan
Karena engkau masih di alam dunia

Jiwamu masih labil
Jikalau engkau akan menghadirkan aku
Sesungguhnya aku ada di dalam benakmu
Didalam makom yg engkau sedang jalani

Aku akan kembali setelah engkau mencapai kesempurnaan
yg betul2 sempurna
yg betul2 engkau tdk men-Tuhankan sekecil apapun
sedetikpun aku tdk akan pernah lengah tdk akan pernah tidur
kecuali dgn keindahan yg yg nomial , huAllah... huAllah... huAllah...

selama engkau mati(mati jiwa) selama engkau lupa,
selama itu aku tdk akan bertemu dgn engkau

yg aku katakan
sesungguhnya aku sudah menyatu dgn air
itulah zatku
itulah kehidupanku
yg selalu berjalan tanpa permintaan tanpa keinginan
yg ada hanya bertugas menghamba
mewakili seluruh jagad ini untuk beribadah kepada illahi sang robi
sesekali engkau akan dipangil kehadapanku jika engkau sudah tenang

aku berada bkn di lautan, aku berada bkn digunung,aku berada bkn dimana2
tapi berada di mana2 seluruh manusia yg telah mengetahui jalanku
yaitu manunggaling dgn "zat sifat" hu robi

jikalau engkau manusia??? wahai umat muhhammad

engkau akan berjalan seperti aku
sesunguhnya engkau ada di depanku
sesunguhnya engkau berjalan bersama aku

ketika engkau mengingat sangillahi
ketika engkau  menyebut sangillahi
engkau bersama aku wahai umat muhammad yg mulia

ukranku bukan jam, bukan detik,bukan waktu
selama dimuka bumi ini masih ada manusia
akulah yg mewakili manusia di muka bumi ini

hadirkan aku dgn unsur yg jernih
dgn sifat air yg lembut, yg tenang.

panjatanku ada dimuka jagad ini
selama air itu ada selama itupula aku ada

Pesanqu untukmu

kembalilah kepada nikmat yg hakiki nikmat surgawi
dengan kelembutan yg dahsyat, dgn ketenagan yg dahsyat

sejukanlah jiwamu, sadarkanlah batinmu,
sesungguhnya engkau sedang berjalan dgn aku.

Tuesday, September 17, 2013

10 Desain Sempurna Pada Bumi Bukti Bahwa Semesta Tidak Terjadi Dengan Sendirinya...

Salah satu temuan mutakhir di dunia sains yang menjadi buah bibir di kalangan ilmuwan adalah apa yang disebut prinsip antropis. Prinsip ini mengungkapkan bahwa setiap detail yang terdapat di alam semesta telah dirancang dengan ketepatan yang sempurna untuk memungkinkan manusia hidup. Contoh kecil dari prinsip antropis ini dapat kita temukan pada fakta-fakta yang berkaitan dengan keberadaan bumi. Dalam hal ini, seorang astronom amerika hugh ross dalam bukunya yang berjudul the fingerprint of god, recent scientific discoveries reveal the unmistakable identitiy of the creator telah membuat daftarnya sendiri sebagai berikut.

1. Jarak bumi dengan matahari
jarak matahari ke bumi adalah 149.669.000 kilometer (atau 93.000.000 mil). Jarak ini dikenal sebagai satuan astronomi dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 148 juta km. Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kalinya. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Sinar matahari menempuh masa 8 menit untuk sampai ke bumi.


-jika lebih jauh: Planet bumi akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil
-jika lebih dekat: Planet bumi akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil

2. Gravitasi di permukaan bumi

gravitasi permukaan dari sebuah obyek astronomi (planet, bintang, dll) adalah percepatan gravitasi yang berlaku pada permukaan obyek tersebut. Gravitasi permukaan bergantung pada massa dan radius obyek tersebut. Seringkali gravitasi permukaan dinyatakan sebagai rasio dengan harga yang berlaku di bumi.


-jika lebih kuat: Atmosfer bumi akan menahan terlalu banyak gas beracun (amoniak dan methana)
-jika lebih lemah: Atmosfer bumi akan terlalu tipis karena banyak kehilangan udara

3. Periode rotasi bumi

 
rotasi bumi merujuk pada gerakan berputar planet bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari. Masa rotasi bumi pada sumbunya dalam hubungannya dengan bintang ialah 23 jam, 56 menit dan 4.091 detik. Masa rotasi dalam kaitannya dengan matahari ialah 24 jam.
-jika lebih lama: Perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar
-jika lebih cepat: Kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi

4. Albedo


Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation). Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi.
-jika lebih besar: Zaman es tak terkendali akan terjadi
-jika lebih kecil: Efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi

5. Aktivitas gempa


gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.


  • jika lebih besar: Terlalu banyak makhluk hidup binasa
  • jika lebih kecil: Bahan makanan dasar laut tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik

6. Ketebalan kerak bumi

kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km, sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt. Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km.


-jika lebih tebal: Terlalu banyak oksigen berpidah dari atmosfer ke kerak bumi
-jika lebih tipis: Aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar

7. Medan magnet bumi

magnetosfer bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknya ditentukan oleh luasnya medan magnet internal bumi, plasma angin matahari, dan medan magnet antarplanet. Di magnetosfer, campuran ion-ion dan elektron-elektron bebas baik dari angin matahari maupun ionosfir bumi dibatasi oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada gravitasi dan tumbukan.

-jika lebih kuat: Badai elektromagnetik akan terlalu merusak
-jika lebih lemah: Kurangnya perlindungan dari radiasi berbahaya yang berasal dari luar angkasa

8. Interaksi gravitasi dengan bulan

bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi tidak jatuh ke bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi bumi dan bulan. Hal ini menyebabkan bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun.

-jika lebih besar: Efek pasang surut pada laut, atmosfer dan periode rotasi semakin merusak
-jika lebih kecil: Perubahan tidak langsung pada orbit menyebabkan ketidakstabilan iklim


9. Kadar karbondioksida dan uap air dalam atmosfer

atmosfer bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet. Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar.


-jika lebih besar: Efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi
-jika lebih kecil: Efek rumah kaca tidak memadai

10. Kadar ozon dalam atmosfer

ozon terdiri dari 3 molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer. Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai 'lapisan ozon'. Ozon dihasilkan dengan pelbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet (uv) dari matahari.


-jika lebih besar: Suhu permukaan bumi terlalu rendah
-jika lebih kecil: Suhu permukaan bumi terlalu tinggi, terlalu banyak radiasi ultraviolet

daftar di atas hanyalah sedikit contoh dari sekian banyaknya data yang melimpah tentang adanya prinsip antropis. Namun, yang sedikit inipun cukup untuk menghancurkan mitos yang dipercaya para ilmuan materialis, yaitu bahwa keberadaan bumi beserta kehidupan yang terdapat padanya terjadi secara kebetulan melalui serangkaian peristiwa acak tanpa perencanaan.
Siapapun yang mempelajari data-data ini tidak akan gagal untuk sampai pada kesimpulan bahwa bumi ini merupakan tempat yang telah dirancang dengan tingkat kerumitan yang tak terbayangkan dan dengan kesesuaian yang sempurna demi keberlangsungan kehidupan di dalamnya.

Sumber : danish56.blogspot.com

Saturday, June 16, 2012

JOHN CHANG "MANUSIA API" FROM JAVA


Pada suatu kesempatan mengantar anak anak membeli buku ke gramedia saya tertarik dengan sebuah buku berjudul "The Magus of Java" karangan Kosta Danaos adalah buku pariwisata yang saya anggap cocok untuk mempromosikan Indonesia di blog saya, Sambil iseng pada malam harinya saya membaca buku tersebut dan ternyata bukunya sangat dan amat bagus.
Buku tersebut berisi pengalaman seorang turis Yunani yang terkesan dengan penampilan John Chang dengan kemampuan Chi Kung-nya dalam film dokumenter yang dibuat oleh Blair bersaudara. Danaos berangkat ke Jakarta dan akhirnya memperoleh alamat John Chang di Surabaya. Setelah melalui 'test' akhirnya Danaos diterima menjadi salah satu murid John Chang.
Setelah membaca buku tersebut dan buku lanjutannya berjudul "Nei Kung: Secret Teaching of Warrior Sages", saya sangat terkesan dengan Chi Kung. Selain untuk pengobatan, bahkan dari bukti John Chang, dengan menguasai Chi Kung manusia dapat mencapai tingkat yang hampir-hampir tidak dapat diterima oleh akal seperti kemampuan levitasi (mengangkat diri ke atas tanah), pyrokinesis (menarik benda/magnetis), telekinesis (hipnotisme membengkokkan metal dan semacamnya), kemampuan memasuki alam ether/jin dan semacamnya serta lain-lain kemampuan normal manusia.
Menurut Danaos, satu hal yang membedakan John Chang dengan master-master lainnya adalah aliran Chi Kung yang dianutnya yaitu aliran Mo Pai yang memiliki kaitan dengan pendekar legendaris nomor satu Cina, Chan San Feng. Menurut John Chang sendiri, master sekelas dia juga bisa dihitung dengan jari yang (mungkin) tidak sampai sepuluh orang di dunia ini karena sejarah aliran Mo Pai dan kebudayaan Cina sendiri yang memiliki sistem clan tersendiri serta murid satu-satunya (guru John Chang) yang menguasai aliran ini terdampar ke Surabaya karena lari dari kejaran Raja Cina. Sayangnya, John Chang sendiri telah menutup diri dari menerima murid.
Terlepas dari ukur-mengukur kemampuan master-master Chi Kung dan aliran terbaik yang ada, satu hal menarik yang saya lihat adalah keterbukaan Chi Kung ini pada masa sekarang yang mana dulunya sangat tertutup. Namun setelah Li Siao Lung atau Lee Jun Fan (Bruce Lee) membuka rahasianya pada publik pada pertengahan tahun 1960-an, semenjak itu banyak bermunculan master-master Chi Kung yang bukan berdarah Chinese. Ada beberapa teman saya Chinese namun dalam lineage keluarganya tidak memiliki pengetahuan mengenai Chi Kung...Inilah yang saya maksudkan sebagai pengaruh 'clan'. Jika seseorang tidak termasuk dalam clan (marga) tertentu, maka tidak akan mungkin ilmu tertentu diajarkan kepadanya. Daratan Cina memang memiliki pengetahuan yang dalam tentang ilmu diri manusia. Dalam Islam, kita teringat dengan pesan Nabi Muhammad: "Carilah ilmu itu, meskipun ke negeri Cina". Hadis ini menunjukkan begitu tingginya peradaban negeri Cina semenjak jaman lampau


Wednesday, May 23, 2012

Mencairnya Methane Hydrates=Kiamat?

global warming seri 4
Satu lagi berita buruk, Pemanasan Global juga membawa satu potensi bencana besar bagi planet kita, yaitu mencairnya Methane Hydrates: Metana beku yang tersimpan dalam bentuk es. Jumlahnya cukup mencengangkan 3.000 kali dari metana yang saat ini ada di atmosfer.
Planet bumi menyimpan metana beku dalam jumlah yang sangat besar; disebut dengan Methane Hydrates atau Methane Clathrates. Methane Hydrates banyak ditemukan di kutub utara dan kutub selatan, dimana suhu permukaan air kurang dari 0° Celcius, atau dasar laut pada kedalaman lebih dari 300 meter, dimana temperatur air ada di kisaran 0° Celcius. Methane Hydrates juga ditemukan di danau-danau yang Baikal di Siberia.
Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca 23 kali lebih ganas dari karbondioksida (CO2), yang berarti gas ini kontributor yang sangat buruk bagi pemanasan global yang sedang berlangsung. Berita buruknya adalah pemanasan global membuat suhu es di kutub utara dan kutub selatan menjadi semakin panas, sehingga metana beku yang tersimpan dalam lapisan es di kedua kutub tersebut juga ikut terlepaskan ke atmosfer. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Antartika menyimpan kurang lebih 400 miliar ton Metana beku, dan gas ini dilepaskan sedikit demi sedikit ke atmosfer seiring dengan semakin banyaknya bagian-bagian es di antartika yang runtuh. Anda bisa membayangkan betapa mengerikannya keadaan ini: Bila Antartika kehilangan seluruh lapisan es­nya, maka 400 miliar ton metana tersebut akan terlepas ke atmosfer! Ini belum termasuk Metana beku yang tersimpan di dasar laut yang juga terancam mencair karena makin panasnya suhu lautan akibat pemanasan global.
burning hydrate inlay
Sekali terpicu, siklus ini akan menghasilkan pemanasan global yang sangat parah sehingga mungkin dapat disetarakan dengan kiamat!.
Apakah ini fantasi yang dibuat­buat oleh aktifis lingkungan dan ilmuwan-ilmuwan paranoid? sayangnya tidak. Bukti-bukti geologi yang kuat menyatakan sedikitnya sudah dua kali planet kita mengalami kejadian ini.
Para ahli geologi menemukan bahwa malapetaka besar ini pernah terjadi kurang lebih 55 juta tahun lalu yang disebut oleh para ilmuwan sebagai Paleocene-Eocene Thermal Maximum (PETM). Saat itu semburan metana naik ke permukaan sehingga mengakibatkan pemanasan planet dengan sangat cepat dan menyebab­kan kematian massal,kemudian mengganggu keadaan iklim bumi hingga 100.000 tahun kemudian.
Selain PETM, malapetaka besar ini juga pernah terjadi 250 juta tahun lalu, pada akhir dari periode Permian, dimana semburan metana menyapu bersih hampir seluruh kehidupan di planet bumi.
Lebih dari 94% spesies laut yang sekarang kita jumpai sebagai fosil mengalami kepunahan mendadak karena turunnya level oksigen. Lebih dari 500.000 tahun kemudian, beberapa spesies yang tersisa berjuang untuk bertahan di lingkungan yang tidak bersahabat tersebut.
Lalu bagaimana dengan keadaan kita sekarang? Dengan deposit metana beku yang luar biasa banyak, dengan makin besarnya wilayah es abadi di kutub yang mencair, dengan makin panasnya suhu lautan, dan dengan ditemukannya beberapa titik dimana metana beku mulai menyembur ke permukaan bumi. Maka kita sangat patut untuk khawatir!.
Sudah saatnya bagi kita untuk turut andil dalam usaha menghentikan pemanasan global yang terus terjadi. Sudah dibuktikan bahwa kita manusialah penyebab/kontributor utama pemanasan global yang dialami planet kita. Marilah kita segera bertindak! Jangan sampai kita mengulangi sejarah geologi yang kelam yang pernah dialami planet ini!.

Mencairnya es abadi di Siberia: krisis iklik global yang Kian Mengkhawatirkan

Daerah barat Siberia memiliki daerah kolam berlumpur seluas Perancis dan Jerman yang beku oleh es abadi. Daerah ini mengandung tidak kurang dari 70 miliar ton metana beku di dalamnya!.
permafrostnoyabrsk
Peneliti Sergei Kirpotin dari Tomsk State University di Siberia dan Judith Marquand dari Universitas Oxford pada tahun 2005 melaporkan bahwa satu juta kilometer persegi es abadi di sana telah mulai mencair.
Sebuah studi yang dipublikasikan pada majalah Nature edisi ke-7 yang ditulis oleh Katey Walter dari University of Alaska dan Jeff Chanton dari Florida State University melaporkan bahwa kecepatan proses terlepasnya metana ke udara karena mencairnya es di Siberia ini mencapai lima kali lebih cepat dari perkiraan para ilmuwan sebelumnya.
Sebagaimana kita ketahui, metana memiliki emisi gas rumah kaca 23 kali lebih buruk dari CO2. Lebih banyak metana yang terlepas ke atmosfer berarti makin parah pula pemanasan global yang kita alami. Sudah saatnya kita sebagai penduduk dunia untuk melakukan tindakan nyata untuk menghentikan semua proses yang mengarah pada kehancuran ini.

SOLUSI GLOBAL WARMING

global warming seri 5 Setelah rentetan fakta-fakta menyeramkan yang telah dibahas sebelumnya, kini kita sampai pada pertanyaan yang ter­penting: Adakah solusi dari semua permasalahan ini? KABAR BAIK UNTUK KITA SEMUA: ADA SOLUSI UNTUK MENGHENTIKAN GLOBAL WARMING, dan saat ini KITA MASIH PUNYA KESEMPATAN UNTUK MELAKUKANNYA. Yang kita butuhkan hanyalah KEMAUAN YANG KUAT UNTUK BERUBAH!
Pada dasarnya, yang harus kita lakukan adalah mengurangi semaksimal mungkin segala ak­tifitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Ada 5 (lima) hal utama yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan planet bumi:
  1. Berhenti atau kurangilah makan daging! Dalam laporannya yang berjudul Livestock’s Long Shadow : Enviromen­tal lssues and Options (dirilis Novem­ber 2006), PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh in­dustri peternakan, yang mana lebih besar dari­pada efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia digabungkan! PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emi­si CO2 yang dihasilkan, padahal selain sebagai kontributor CO2 yang hebat, industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih.
    Sebuah laporan dari Earth Insti­tute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet ber­basis daging. Penelitian yang dilaku­kan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama: mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efek­tif untuk mencegah pemanasan global dari pada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida.
    Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya!
    Seorang vegetarian yang mengendarai SUV ffummer ma­sih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pe­makan dagrng yang mengendarai sepeda!
  2. Batasilah emisi karbon dioksida! Bila memungkinkan, carilah sumber-sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi CO2 seperti tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan lain-lain.
    Bila terpaksa harus mengguna­kan bahan bakar fosil (yang mana akan menghasilkan emisi CO2), gunakanlah dengan bijak dan efisien. Hal ini ter­masuk menghemat listrik dan energi, apalagi Indonesia termasuk negara yang banyak menggunakan bahan ba­kar fosil (minyak, batubara) untuk pembangkit listriknya.
    Matikanlah peralatan listrik ke­tika tidak digunakan, gunakan lampu hemat energi, dan gunakanlah panel suryasebagaienergi alternatif.
  3. Tanamlah lebih banyak pohon! Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke udara. Lingkungan dengan banyak tanaman akan mengikat CO2 dengan baik, dan harus dipertahankan oleh generasi mendatang. Jika tidak, maka karbon yang sudah tersimpan dalam tanaman akan kembali terlepas ke at­mosfer sebagai CO2.
    Peneliti dari Louisiana Tech Uni­versity menemukan bahwa setiap acre pepohonan hijau dapat menangkap karbon yang cukup untuk mengimba­ngi emisi yang dihasilkan dari meng­endarai sebuah mobil selama setahun.
    Sebuah studi yang dilakukan oleh layanan perhutanan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa penanaman 95.000 pohon yang dilaku­kan di dua kota kecil di Chicago mem­berikan udara yang lebih bersih dan menghemat biaya yang berhubungan dengan pemanasan dan pendinginan udara sebesar lebih dari US$38 juta dalam 30 tahun ke depan.
  4. Daur ulang (recycle) dan gunakan ulang Kalkulasi yang dilakukan di Ca­lifornia menunjukkan bahwa apabila proses daur ulang dapat diterapkan hingga di level negara bagian Califor­nia, maka energi yang dihemat cukup untuk memberikan suplai energi bagi 1,4 juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta po­hon, dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setara dengan 3,8 juta mo­bil!.
  5. Gunakan alat transportasi alternatif untu mengurangi emisi karbon Penelitian yang dilakukan Uni­versitas Chicago menunjukkan bahwa beralih dari mobil konvensional kemo­bil hibrida seperti Toyota Prius dapat menghemat1ton emisi per tahun.
    Mengkonsumsi makanan produk lokal akan mengurangi emisi dalam jumlah yang cukup signifikan. Pene­litian yang dilakukan oleh Iowa State University pada tahun 2003 me­nemukan bahwa makanan non-lokal rata-rata menempuh 1.494 mil sebe­lum dikonsumsi, bandingkan dengan makanan lokal yang hanya menempuh 56 mil. Bayangkan betapa banyak emisi karbon yang dihemat dengan perbe­daan 1.438 mil tersebut.
    Gunakan sepeda sebanyak yang Anda bisa sebagai metode transpor­tasi. Selain menghemat banyak energi, bersepeda juga merupakan olah raga yang menyehatkan.

Berubahlah!

Satu hal lain yang sangat penting disamping lima hal yang dapat Anda lakukan di atas adalah keinginan dan motivasi Anda sendiri untuk berubah.
Saran-sarandi atas tidak akan berarti jika hanya menjadi bahan ba­caan tanpa tindakan yang nyata. Kita harus benar-benar mulai mempraktek­kannya dalam kehidupan sehari-hari. Anda tidak perlu mengambil langkah ekstrim untuk langsung berubah ha­nya dalam semalam bila hal tersebut terlalu berat bagi Anda. Lakukanlah secara bertahap tetapi konsisten de­ngan komitmen Anda.
Jadilah contoh nyata bagi ling­kungan dan orang-orang di seki­tar Anda. Contoh dan praktek yang Anda berikan sangat penting untuk menginspirasi banyak orang lainnya untuk berubah pula. Berikanlah in­formasi kepada orang-orang disekitar Anda sehingga mereka dapat mengerti mengenai konsekuensi dari pola hidup mereka. Dan berilah mereka dorongan untuk mencoba pola hidup mulia yang akan menyelamatkan planet kita ter­cinta ini.

Advertising