Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Wednesday, July 13, 2016

6 Perang Terbesar dalam Sejarah


Dalam perkembangan sejarah manusia selalu diliputi dengan tangis dan darah yang disebabkan oleh peperangan, entah perang antar negara, suku maupun agama. Sebuah perang tidak pernah menyelesaikan sebuah masalah dan hanya menimbulkan kesedihan dan penderitaan dari pihak-pihak yang bertikai. Entah didasari dengan tujuan untuk memperluas wilayah ataupun menaklukan pihak lain, sebuah perang tidak pernah meninggalkan hal positif.
oleh karenanya kami merangkum 6 Perang terbesar dalam sejarah manusia.

1. Perang Israel – Palestina
Terjadi dari tahun 1948 ketika Inggris berusaha merebut sebuah wilayah yang termasuk didalam Kesultanan Turki Ottoman dan kemudian wilayah tersebut diperuntukan kepada para kaum Yahudi dalam rangka membangun kembali “tanah air” sejak mereka terusir dari wilayah tersebut karena “membangkang” kepada Tuhan sejak ribuan tahun yang lalu. Negara-negara Timur Tengah yang mayoritas penduduk beragama muslim tentu kurang setuju dengan hal tersebut, dengan spontan mereka langsung mengangkat senjata guna melawan Israel dalam Perang Arab-Israel pada tahun 1948. Pada akhirnya Israel yang memenangkan perang ini. Perang lalu terjadi kembali pada 1967, yang dikenal dengan Perang Enam Hari. Penyebab dari perang ini dikarenakan negara Arab masih belum rela untuk menerima Israel.
Dan lagi-lagi perang ini kembali dimenangkan Israel. Meski perang terbuka tidak terjadi lagi setelahnya, namun rupanya konflik intensitas rendah masih berlangsung sampai sekarang. Pada tanggal 13 September 1993, Palestina juga Israel sama-sama telah mengakui kedaulatannya masing-masing melalui kesepakatan yang dikenal dengan kesepakatan Oslo . Namun bagi Hamas yang tidak menyetujui keputusan tersebut sehingga terus mendapatkan tekanan dari Israel hingga kini. Ratusan ribu nyawa telah melayang akibat konflik ini.

2. Perang Salib
Merupakan sebuah perang yang dimulai dengan tujuan memperebutkan sebuah kota bernama Yerussalem yang kemudian meluas menjadi sebuah perang agama terbesar dalam sejarah umat manusia dimana para kaum kristiani yang kemudian direstui oleh Paus Uran II untuk merebut kembali “Tanah Suci” dari kekuasaan Kesultanan Turki pada tahun 1095 dan pada tahun itu pula Perang Salib pertama terjadi.
Kemudian dari peristiwa Perang Salib yang terjadi dari abad ke-9 hingga ke-16 Masehi memunculkan nama Salahudin Al Ayyubi dan Richard “The Lion Heart” sebagai pahlawan pada masa itu. Perang ini sendiri memberikan pengaruh dalam mengantarkan Eropa menuju zaman Renaissance. Istilah “Perang Salib” masih dipakai untuk menunjukkan konflik antar agama yang berlangsung hingga sekarang.

3. Ekspansi Mongol
Ekspansi Mongol adalah sebuah ekspansi besar bangsa Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan untuk menaklukan wilayah Eurasia pada awal abad ke-13. Datang dengan pasukan berkuda dalam jumlah besar dan amat terlatih, Genghis Khan berhasil menebar teror di seantero Eurasia selama 1 dasawarsa.
Genghis Khan berhasil menguasai Tiongkok, menghancurkan Rusia, serta mengalahkan kekaisaran Persia, menduduki Polandia dan Hongaria, dan juga meluluh-lantahkan Baghdad sebagai pusat kekhalifahan Islam pada masa itu. Cara serta motivasi dari Ekspansi Genghis Khan sangat berbeda dengan kaisar-kaisar sebelumnya. Ia menghancurkan apapun yang ada di hadapannya, tanpa pandang bulu. Ia menyerang bukan bertujuan memerintah, melainkan untuk menjarah, memperkosa, serta mengambil paksa gadis-gadis untuk mereka bawa ke negerinya, hal inilah yang menjadikannya ditakuti di seluruh Eurasia.

4. Perang Dunia II
Perang ini terjadi di berbagai belahan dunia yang berlangsung dari tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945 di tiga benua: Eropa, Asia dan Afrika. Di benua Eropa, Adolf Hitler sebagai penguasa Jerman yang berusaha membangkitkan kembali kejayaan Jerman melalui fasisme terlebih dahulu menyerang Polandia. Selanjutnya dengan bantuan dari Italia, Jerman terus memperluas wilayah pendudukannya hingga ke wilayah Uni Soviet.
Dan di Asia, secara tiba-tiba kekaisaran Jepang menyerang pangkalan laut AS di Pearl Harbour yang terletak di pulau Hawaii pada 7 Desember 1941 dengan menggunakan sebuah pasukan yang diberi julukan “Kamikaze” atau pasukan bunuh diri, dan akibat peristiwa ini menjadikan Asia sebagai medan Perang Dunia II. Amerika Serikat yang pada awalnya tidak ikut berperang mulai mengangkat senjata melawan blok Axis, bergabung bersama pasukan Inggris serta Perancis.
Uni Soviet yang mendadak diserang oleh sekutunya sendiri, Jerman dengan Operasi Barbarossanya pada 1941 balik memusuhinya dan memulai rangkaian kekalahan Jerman. Perang yang usai pada 14 Agustus 1945 dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu sesudah dua kotanya, Hiroshima dan Nagasaki dihancurkan dengan bom atom oleh Amerika Serikat. Perang ini mengakibatkan korban sedikitnya 50 juta jiwa, terbentuknya organisasi PBB, dan munculnya Uni Soviet juga Amerika Serikat sebagai negara adidaya. Dan semenjak saat itu Jerman dibagi menjadi 2 bagian yaitu Jerman Barat yang dikuasai oleh pasukan AS dan Sekutu dan Jerman Timur dibawah kekuasaan Uni Soviet.

5. Perang Dunia I
Perang ini berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918 disebabkan oleh terbunuhnya pangeran Austria, Franz Ferdinand yang tewas dibunuh oleh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo. Dan perang ini melibatkan blok sentral (Jerman, Austria, Bulgaria & Turki) dengan blok sekutu (Amerika Serikat, Rusia, Perancis, Inggris, Italia & Kanada).
Dan perang ini mengakibatkan runtuhnya kekuasaan monarki absolut di seluruh dunia. Selain itu terdapat empat dinasti, Habsburg, Hohenzollern, Ottoman dan Romanov, yang memiliki era kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya mengalami keruntuhan sesudah perang. Perang ini telah menyebabkan tewasnya 40 juta orang di seluruh dunia serta munculnya depresi ekonomi di tahun 1929.

6. Perang Napoleon
Perang ini timbul selama Napoleon Bonaparte memerintah Perancis dari 1799 hingga 1815 dan berdampak luas di Eropa. Napoleon Bonaparte yang berhasil mengambil alih kekuasaan di Perancis melalui sebuah kudeta 18 Brumaire menata ulang sistem kemiliteran di Perancis dan secara mengejutkan berhasil memperluas kekuasaan Perancis hingga menguasai hampir seluruh wilayah Eropa. Namun Perancis tidak mampu untuk melawan Inggris serta Rusia. Perang Napoleon yang berakhir pada saat ia mengalami kekalahan dalam Pertempuran Waterloo (18 Juni 1815) dan disepakatinya pakta Paris kedua. Jumlah korban tewas sekitar 3,25 juta sampai dengan 6,5 juta jiwa. (sumber: viva.co.id)

Soekarno pun Menulis Surat Perintah Tiga Belas Maret (Supertasmar)

Salah satu yang jarang diketahui oleh masyarakat luas Indonesia adalah adanya Surat Perintah Tiga Belas Maret (Supertasmar) 1966. Soekarno menulisnya  sepanjang satu paragraf, dan ditujukan pada Letnan Jenderal Soeharto sebagai koreksi Supersemar. Soekarno merasa, Soeharto telah kelewat batas dari apa yang diperintahkan Presiden.
Keberadaan Supertasmar ini diungkap kali pertama oleh AM Hanafi dalam buku Menggugat Kudeta Jenderal Soeharto: Dari Gestapu ke Supersemar (1998). AM Hanafi merupakan mantan Duta Besar RI untuk Kuba pada era Soekarno. Isinya tiga poin:
Pertama, mengingatkan bahwa Supersemar 1966 itu sifatnya adalah teknis/administratif, tidak politik, semata-mata adalah surat perintah mengenai tugas keamanan bagi rakyat dan pemerintah, untuk keamanan dan kewibawaan Presiden/Pangti/Mandataris MPRS.
Kedua, Soeharto tidak diperkenankan melakukan tindakan-tindakan yang melampaui bidang dan tanggung jawabnya, sebab bidang politik adalah wewenang langsung presiden, pembubaran suatu partai politik adalah hak presiden semata-mata.
Ketiga, Soeharto diminta datang menghadap Presiden di istana untuk memberikan laporannya.
Kelahiran Supertasmar disebut berawal ketika Soekarno marah mendengar kabar bahwa Partai Komunis Indonesia dibubarkan oleh Soeharto. Soekarno menganggap Soeharto melampaui wewenangnya sebagai pengemban Supersemar.
Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam, mengatakan, Soekarno berusaha menyebarkan isi Supertasmar ke publik. Bahkan dikabarkan surat itu sudah diperbanyak sampai 5000 lembar. Namun, upaya itu gagal.
“Hanafi disuruh untuk menghubungi beberapa orang dan menyebarkan surat untuk membantah Supersemar. Namun, dia tidak punya jalur lagi,” tutur Asvi saat ditemui Kompas.com, Minggu (6/3/2016).
Hanafi sempat menghubungi mantan Panglima Angkatan Udara, Suryadharma. Namun, Suryadharma mengaku tidak lagi punya saluran untuk menyebarkan surat perintah baru dari Presiden Soekarno itu.
“Pers pun tidak mau memberitakan,” tutur Asvi Warman.
Mengenai hal ini, A Pambudi dalam bukunya, Supersemar Palsu menulis: Soebagio Anam, yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Biro Penerangan Departemen Transmigrasi dan Koperasi, menyebut dirnya sempat membaca surat pelurusan itu pada 14 Maret 1966 siang.
Surat yang ia baca itu titipan Leimena kepada Soetjipto Joedodihardjo, Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian, untuk disampaikan kepada Menpen Achmadi.
“Saya membacanya waktu itu, lalu mengetik ulang untuk disebarkan. Ternyata, orang-orang sudah tak mau membacanya lagi. Dan, media massa pun tak ada yang mau memuatnya,” kenang Soebagio Anam.
Leimena pun kembali melapor kepada Soekarno bahwa ia telah melakukan apa yang diamanatkan Soekarno padanya. Menurut Leimena, Soeharto membaca Surat Perintah Tiga Belas tersebut.
Kemudian Soeharto mengatakan bahwa semua tindakan yang dilakukan adalah tanggung jawabnya sendiri. Mendengar laporan Leimena, Soekarno terdiam.
Semua terdiam termasuk Hanafi yang juga hadir. Leimena pun menunduk melihat lantai. Hanafi memberi komentar dalam bukunya, “Menurut kamus politik, jawaban Soeharto itu artinya coup d’etat alias kudeta.” Minimal, kalimat Soeharto itu sudah dapat dianggap sebagai pembangkangan terhadap atasannya, Soekarno. (Diolah dari Radar Bangka dan Kompas/Gambar: kompas.com)

Supersemar: Perdebatan Soal Bung Karno Ditodong Pistol

Ada sederet kontroversi seputar Supersemar. Namun, salah satu yang paling kontroversi adalah kisah dari ajudan Soekarno bernama Soekardjo Wilardjito. Setelah kejatuhan Presiden Suharto pada 1998, ia mengisahkan bahwa Sukarno saat menerima Supersemar dalam keadaan ditodong pistol FN 46 oleh Jenderal Angkatan Darat bernama Maraden Panggabean yang ikut menghadap pada Bung Karno bersama tiga jenderal lain utusan Suharto.
Cerita Soekardjo soal penodongan Soekarno ini menimbulkan perdebatan. Karena selama ini, diketahui hanya ada tiga jenderal yang menghadap Soekarno, selain Maraden Panggabean. Maka, setelah tulisan kesaksian Soekardjo dimuat media pada bulan Agustus 1998, Maraden angkat bicara. “Saya sedih memperhatikan betapa bejat moral dan mentalitas seorang mantan perwira, yang bernama Soekardjo Wilardjito, yang mengisahkan berita bohong,” tutur Maraden Panggabean seperti dimuat Kompas, 28 Agustus 1998, yang tahun 1966 menjabat Wakil Panglima Angkatan Darat dengan Menteri Panglima AD (Menpangad)-nya adalah Letjen TNI Soeharto.
Pada saat penandatanganan Supersemar, Maraden mengaku tidak ada di Bogor, melainkan ada di Markas Besar Angkatan Darat di Jakarta. “Saya ingin menegaskan bahwa keterangan yang disampaikan mantan perwira (Soekardjo) tersebut tidak mengandung kebenaran sama sekali,” ucap Maraden seperti dikutip National Geographic. “Khusus mengenai keterangan yang mengatakan bahwa yang melakukan penodongan itu antara lain Mayjen TNI Panggabean, dengan ini saya tegaskan bahwa sikap melakukan penodongan untuk memperoleh sesuatu dengan kekerasan/paksaan tidak pernah menjadi sifat atau kepribadian saya,” lanjutnya. Bantahan kemudian juga disampaikan M. Yusuf dan Soebandrio yang ada di lokasi saat Supersemar diteken.
Kalangan sejarawan seperti Asvi Warman Adam juga mengaku tidak begitu mempercayai cerita soal penodongan senjata ini. Namun, yang pasti, katanya, Soekarno berada dalam kondisi tertekan saat menandatangani Supersemar. “Dipaksa dalam arti penodongan juga saya bantah karena tidak mungkin. Karena di sana ada pasukan Cakrabirawa, Ring 1, Ring 2, dan Ring 3. Tidak mungkin juga ada jendral yang berani menodong Soekarno,” kata Asvi dalam wawancara dengan Kompas.com.
Menurut dia, serentetan peristiwa yang menggerus kekuatan politik Soekarno lah yang menekan Sang Proklamator bangsa ini menandatangani Supsemar. Isi Supersemar itu sebenarnya hanya untuk mengamankan presiden dan keluarga serta mengembalikan kondisi keamanan tanah air.
Namun, kalimat “mengambil suatu tindakan yang dipandang perlu” menjadi blunder terbesar Soekarno yang akhirnya membuat dia terpaksa menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Soeharto selamanya.
“Itu adalah blunder dari Bung Karno, seorang sipil, yang memberikan perintah tidak jelas kepada militer,” ucap Asvi. (Dikutip dari National Geographic)

7 Aksi Teror Pembunuhan pada Bung Karno





Salah satu episode yang mengitari hidup dan kepemimpinan Sukarno adalah percobaan pembunuhan. Bahkan, putri Presiden Pertama RI itu, Megawati pernah menyebut bahwa ayahnya pernah mengalami 23 kali percobaan pembunuhan yang semuanya syukurlah gagal. “Saya ingin mengambil satu contoh konkrit, Presiden Soekarno itu mengalami percobaan pembunuhan dari tingkat yang namanya baru rencana sampai eksekusi (sebanyak) 23 kali,” tutur Megawati pada Juli 2009 lalu.

Namun, Sudarto Danusubroto yang tak lain adalah bekas ajudan Presiden Sukarno di masa akhir kepemimpinannya hanya mampu mengingat 7 kali upaya percobaan pembunuhan pada Sukarno. Jumlah ini pernah diamini oleh eks Wakil Komandan Tjakrabirawa, Kolonel Maulwi Saelan. Kapan dan dimana saja itu? Berikut informasinya seperti dihimpun Merdeka.com.
1. Granat Cikini, 30 November 1957
Presiden Soekarno datang ke Perguruan Cikini (Percik), tempat bersekolah putra-putrinya, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-15 Percik. Granat tiba-tiba meledak di tengah pesta penyambutan presiden. Sembilan orang tewas, 100 orang terluka, termasuk pengawal presiden. Soekarno sendiri beserta putra-putrinya selamat. Tiga orang ditangkap akibat kejadian tersebut. Mereka perantauan dari Bima yang dituduh sebagai antek teror gerakan DI/TII.
2. Penembakan Istana Presiden oleh Pilot Daniel Maukar, 9 Maret 1960
Tepat siang bolong Istana presiden dihentakkan oleh ledakan yang berasal dari tembakan kanon 23 mm pesawat Mig-17 yang dipiloti Daniel Maukar. Maukar adalah Letnan AU yang telah dipengaruhi Permesta. Kanon yang dijatuhkan Maukar menghantam pilar dan salah satunya jatuh tak jauh dari meja kerja Soekarno. Untunglah Soekarno tak ada di situ. Soekarno tengah memimpin rapat di gedung sebelah Istana Presiden. (Maukar sendiri membantah ia mencoba membunuh Soekarno. Aksinya hanya sekadar peringatan. Sebelum menembak Istana Presiden, dia sudah memastikan tak melihat bendera kuning dikibarkan di Istana tanda presiden ada di Istana). Aksi ini membuat ‘Tiger’, call sign Maukar, harus mendekam di bui selama 8 tahun.
3. Pencegatan Rajamandala, April 1960
Perdana Menteri Uni Soviet saat itu, Nikita Kruschev mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Dia menyempatkan diri mengunjungi Bandung, Yogya dan Bali. Presiden Soekarno menyertainya dalam perjalanan ke Jawa Barat. Tatkala, sampai di Jembatan Rajamandala, ternyata sekelompok anggota DI/TII melakukan penghadangan. Beruntung pasukan pengawal presiden sigap meloloskan kedua pemimpin dunia tersebut.
4. Granat Makassar, 7 Januari 1962
Presiden Soekarno tengah berada di Makassar. Malam itu, ia akan menghadiri acara di Gedung Olahraga Mattoangin. Ketika itulah, saat melewati jalan Cendrawasih, seseorang melemparkan granat. Granat itu meleset, jatuh mengenai mobil lain. Soekarno selamat. Pelakunya Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya divonis hukuman mati.
5. Penembakan Idul Adha, 14 Mei 1962
Bachrum sangat senang ketika berhasil mendapatkan posisi duduk pada saf depan dalam barisan jemaah salat Idul Adha di Masjid Baiturahim. Begitu melihat Soekarno, dia mencabut pistol yang tersembunyi di balik jasnya, moncong lalu diarahkan ke tubuh soekarno. Klik! Apa daya jarinya kelu. Dalam sepersekian detik ketika tersadar, arah pun melenceng, dan peluru meleset dari tubuh Soekarno, menyerempet Ketua DPR GR KH Zainul Arifin. Haji Bachrum divonis hukuman mati, namun kemudian dia mendapatkan grasi.
6. Penembakan Mortir Kahar Muzakar, 1960-an
Presiden Soekarno dalam kunjungan kerja ke Sulawesi. Saat berada dalam perjalanan keluar dari Lapangan Terbang Mandai, sebuah peluru mortir ditembakkan anak buah Kahar Muzakkar. Arahnya kendaraan Bung Karno, tetapi ternyata meleset jauh. Soekarno sekali lagi, selamat.
7. Granat Cimanggis, Desember 1964
Presiden Soekarno dalam perjalanan dari Bogor menuju Jakarta. Rombongannya membentuk konvoi kendaraan. Dalam laju kendaraan yang perlahan, mata Soekarno sempat bersirobok dengan seorang lelaki tak dikenal di pinggir jalan. Perasaan Soekarno kurang nyaman. Benar saja, lelaki itu melemparkan sebuah granat ke arah mobil presiden. Beruntung, jarak pelemparannya sudah di luar jangkauan mobil yang melaju. Soekarno pun selamat. (Sumber: Merdeka.com)

Advertising